Selamat Datang, Sahabat...
Mari Bersama Menyusuri Jalan ini...
Mendekat Kepada Sang Kekasih Allah...
Sayyidina Muhammad saw...

Kamis, 22 Juli 2010

Ingin Bertemu Rasulullah SAW


Siang itu, dengan wajah muram seorang murid bersimpuh di hadapan syaikhnya. Syaikh, dengan suara berwibawa bertanya, “Apa gerangan yang merisaukanmu?”

“Wahai syaikh, sudah lama saya ingin melihat wajah Rasulullah SAW walau hanya lewat mimpi. Tetapi sampai sekarang keinginan itu belum terkabul juga” jelas si murid.

“Oo..rupanya itu yang engkau inginkan. Tunggu sebentar…” Setelah diam beberapa saat, berkatalah Syaikh:

“Nanti malam, datanglah engkau kemari. Aku mengundangmu makan malam”

Sang murid mengangguk kemudian pulang ke rumahnya dengn hati gembira. Setelah tiba saatnya, pergilah dia ke rumah Syaikh untuk memenuhi undangannya. Dia merasa heran melihat Syaikh hanya menghidangkan ikan asin.

“Makan, makanlah semua ikan itu. Jangan sisakan sedikitpun!” kata Syaikh kepada muridnya.

Karena tergolong murid taat, dia habiskan seluruh ikan asin yang disuguhkan. Selesai makan, dia merasa kehausan. Dia segera meraih segelas air dingin di hadapannya.

“Letakkan kembali gelas itu!” perintah Syaikh. “Kau tidak boleh minum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau tidur di rumahku!”

Dengan penuh rasa heran, diturutinya perintah Syaikh. Malam itu dia tak bisa tidur. Lehernya serasa tercekik karena kehausan. Ikan asin tadi telah membuat tenggorokannya benar-benar kering. Dia membolak balikkan badannya hingga akhirnya tertidur karena kelelahan.

Apa yang terjadi? Malam itu dia bermimpi minum air sejuk dari sungai, mata air dan sumur. Mimpi itu sangat nyata. Seakan akan benar terjadi padanya.

Begitu bangun paginya, dia langsung menghadap Syaikh.

“Wahai guru, bukannya melihat Rasulullah SAW, saya malah bermimpi minum air”

Tersenyumlah Syaikh mendengar jawaban muridnya. Dengan bijaksana dia berkata, “Begitulah, makan ikan asin membuatmu amat kehausan sehingga kau hanya memimpikan air sepanjang malam. JIka kau merasakan kehausan semacam itu akan Rasulullah SAW, maka kau akan melihat sosoknya yang agung.”

Terisaklah si murid. Dia sadar betapa cintanya kepada Rasulullah hanyalah sebatas kata. Kerinduan sebatas pengakuan.

Kondisi si murid adalah kondisi hati kebanyakan kita semua. Cinta pada dunia menutupi cinta kita pada Nabi. Jujur saja, hati ini tak merasa nikmat saat bershalawat. Apalagi bergetar. Biasa biasa saja.

Tetapi kita tak perlu berkecil hati. Yang kita ulas diatas adalah shalawat pecinta, sementara kita adalah shalawat pemula. Bagi pemula, Syaikh Muzaffer Ozak (penutur cerita mimpi diatas) berpesan, “Bila kau terus mengulang-ulang shalawat dengan ikhlas, hampir pasti akan menjumpai Rasulullah dan siapa pun yang melihatnya hampir pasti akan mendapat syafaatnya.”

Jadi, melantunkan shalawat bagi pemula laksana menanam benih. Mula mula dalam ucapan, lalu dalam pikiran. Bukankah segala tindakan selalu bermula dari pikiran? Apa yang sedang anda pikirkan saat ini menciptakan kehidupan masa depan anda. Anda menciptakan hidup anda dengan pikiran-pikiran anda. Apa yang paling anda pikirkan dan fokuskan adalah apa yang akan muncul dalam hati anda. Apapun yang anda tanam, itulah yang anda tuai.


“Kau adalah pikiranmu saudaraku! Sisanya adalah tulang dan otot. Jika engkau memikirkan bunga mawar, engkau adalah taman mawar. Jika engkau memikirkan duri, engkau adalah kayu bakar” demikian senandung Jalaluddin Rumi dalam Matsnawi (2:277-8).

Dengan memperbanyak shalawat, kita ingin pikiran kita jadi ‘taman cinta Rasulullah’. Kita ingin tindakan kita memancarkan keharuman akhlak Sang Teladan Segala Zaman.

Para psikolog pun belakangan membuktikan bahwa karakter manusia dapat diubah secara menyeluruh dengan pengulangan kata kata tertentu. Dan hasil yang dicapai melalui kata kata itu ternyata mengagumkan. RMP (repetitive magic power) istilah mereka. “Segala sesuatu yang anda pancarkan lewat pikiran, perasaan, citra mental dan tutur kata anda, akan didatangkan kembali ke dalam kehidupan anda,” tegas Ponder, salah seorang pakar law of attraction.

Maka beruntunglah kita hidup di tanah air ini yang di dalamnya shalawat selalu menyertai tahap tahap kehidupan kita. Saat dilahirkan, bahkan sejak dalam kandungan 7 bulan, dikhitan, dinikahkan, lulus ujian dan ketika meninggal dunia, semua tahapan itu diisi dengan bacaan shalawat Nabi. Itulah cara orang tua kita dahulu menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah di hati kita. Tiada hari tanpa siraman shalawat, agar pohon kerinduan kepada Rasulullah terus tumbuh subur dan menakjubkan orang yang menanamnya.
 

Pada forum Tanya-jawab di Majelis Rasulullah, pernah ditanyakan kepada Habib Munzir bin Fuad Al Musawa tentang bagaimana caranya agar kita bisa bermimpi melihat Rasulullah SAW. Habib Munzir kemudian menjawab sebagai berikut:
  1. Mengenai berjumpa dengan Rasul SAW adalah dengan merindukan beliau SAW dan memperbanyak amalan sunnah semampunya, dan memperbanyak shalawat, beliau SAW mencintai kita dan memperhatikan kita lebih dari ayah bunda kita, beliau SAW adalah ayah ruh bagi semua ummatnya, maka ruh kita tetap mudah berhubungan dengan ruh beliau SAW, lewat mimpi misalnya, nah.. perkuat hubungan ruh anda dengan ruh beliau SAW misalnya dengan shalawat ini :”Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa ‘ala jasadihi fil jasad, wa alaa qabrihi fil qubuur” (wahai Allah, limpahkan shalawat pada ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada jasadnya di alam jasad, dan pada kuburnya di alam kubur).
  2.  Anda bisa saja jumpa dengan Rasul SAW dalam mimpi, perbanyaklah shalawat, cintailah sunnah, dan perbanyaklah bersedekah pada anak yatim, dan baktilah pada ibunda jika masih ada, ini adalah amalan-amalan yang sangat dicintai oleh Rasul SAW. Anda jangan tidur kecuali bibir anda terus bershalawat pada Nabi SAW, insya Allah beliau SAW akan menjumpai anda, dan yakinlah.
  3. Saya (Habib Munzir) menyukai semua shalawat. Dulu saya membaca 17 macam shalawat, diantaranya adalah shalawat Syeikh Abdul Qadir Al Jailani yg panjangnya 13 halaman. Namun kini saya membaca satu macam shalawat saja, yaitu yang diajarkan Rasul SAW lewat mimpi pada saya. Pendek saja yaitu : “ALLAHUMMA SHALLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALIHI WA SHAHBIHI WASALLIM” Shalawat ini saya baca 5.000 kali setiap harinya. Jika anda ingin membacanya silahkan, saya ijazahkan pada anda, boleh membacanya 100 kali, 200 kali atau lebih atau berapa saja sekemampuan anda dan luasnya waktu, dan bisa dibaca sambil di mobil, di jalan, atau dimana pun.
  4. Masalah mimpi Rasul SAW, saya (Habib Munzir) pernah bermimpi beliau SAW dan mengadukan banyaknya orang yang rindu dengan beliau SAW namun belum jumpa dalam mimpi. Beliau SAW menutup wajahnya dan menangis, seraya berkata: “Tiada yang memisahkanku dengan mereka selain tabir qudrat, dan mereka akan jumpa denganku kelak.” Beliau SAW sangat perduli dan rindu pada ummatnya, lebih-lebih yang mencintai beliau SAW, dan telah teriwayatkan pada Shahih Muslim bahwa beliau SAW bersabda : “Ummatku yang paling cinta padaku adalah yang hidup setelah aku wafat, dan mereka sangat mengidamkan jumpa denganku daripada harta dan keluarganya.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar